Kisah Nabi Yusuf Lengkap.
Kisah Nabi Yusuf http://Kisahbro.com

Kisah Nabi Yusuf AS Lengkap dari Lahir hingga wafat bag 1. Kali ini saya akan menceritakan kisah tentang Nabi Yusuf. Anak dari Nabi Yaqub AS yang terkenal tampan dan pandai mengartikan mimpi.

Nabi Yusuf Merupakan Seorang Nabi Utusan Allah yang lahir di Palestina, terkenal dengan ketampanan wajahnya juga kehebatannya menafsirkan mimpi.
Nabi Yusuf adalah anak ketujuh dari dua belas anak Nabi Yaqub. Ibunya bernama Rahiel, dan wafat pada saat Yusuf masih berusia dua belas tahun.

Pada suatu malam, disaat sedang tidur Yusuf bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud di hadapannya. la begitu terkesandengan mimpinya tersebut.

Keesokan harinya, Yusuf langsung mendatangi ayahnya. la menceritakan mimpinya
semalam. “Wahai ayahku. sesungguhnya Aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan. Kulihat semuanya bersujud kepadaku.”
Mendengar hal ini, Nabi Yaqub ayahnya begitu gembira. Yaqub tahu bahwa mimpi anaknya tersebut bukan sebuah mimpi biasa. Itu adalah sebuah tanda bahwa suatu hari nanti Yusuf akan menjadi seorang yang dimuliakan oleh Allah dan
manusia.
Rasa sayang dan cinta Nabi Yaqub terhadap Yusuf pun semakin besar.
Akan tetapi, Nabi Yaqub khawatir jika saudara-saudara Yusuf mengetahui mimpi itu. Nabi Yaqub pun berkata, “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada
saudara-saudaramu. Ayah khawatir jika mereka mengetahui hal tersebut, mereka akan mencelakakanmu.” Perkataan ayahnya itu terus di ingat oleh Yusuf.

Rasa sayang dan cinta yang terus menerus ditunjukkan oleh Nabi Yaqub kepada Yusuf ternyata telah menimbulkan kebencian, serta iri dan dengki dari saudara – saudaranya.

Mereka merasa Yusuf lebih dicintai daripada mereka. Adik Nabi Yusuf yang bernama
Bunyamin pun ikut dibenci karena dianggap telah mendapatkan kasih sayang yang sama seperti Yusuf.

Dalam sebuah pertemuan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, saudara – saudara Yusuf yang iri hati berkumpul untuk membuat sebuah rencana yang kejam. Salah satu
dari mereka berkata, “Sesungguhnya Yusuf
dan Bunyamin lebih dicintai oleh ayah kita
daripada kita sendiri, padahal kita ini adalah anak dari ayah kita juga. Ayah kita rupanya telah keliru dalam hal ini.” Ucap salah satu saudara Yusuf.

“Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah yang tidak dikenal supaya perhatian ayah kita tertumpah kepada kita semua”
ujar salah satu saudara Yusuf.
Yahuda, anak keempat Nabi Yaqub, tampaknya tidak sependapat. Lalu la pun berkata, 
“Janganlah kalian membunuh Yusuf, tapi masukkanlah dia ke dalam sumur yang sering dilewati dan dijadikan tempat peristirahan para musafir. Dengan demikian,
jika nanti para musafir itu menemukannya, mereka membawanya jauh dari kita.
Mungkin nanti Yusuf akan dijual sebagai budak. Setelah itu, kita bertobat kepada
Allah atas dosa-dosa kita dan menjadi orang yang senantiasa berbuat baik.” Ucap Yahuda.

Akhirnya, mereka semua setuju dengan pendapat Yahuda. Kemudian, mereka merencanakan cara membawa Yusuf tanpa ada keberatan dari ayahnya yang selalu khawatir dengan keselamatan Yusuf.

Keesokkan harinya, saudara-saudara Yusuf meminta izin kepada Nabi Yaqub ayahnya untuk mengajak Yusuf bermain ke tepi hutan untuk menikmati pemandangan. Pada
awalnya, Nabi Yaqub ragu-ragu memberi izin. Akan tetapi, setelah didesak oleh
saudara-saudara Yusuf, akhirnya Nabi Yaqub mengizinkan dengan memberi pesan kepada mereka agar berhati-hati dan menjaga adiknya tersebut.

Esoknya, berangkatlah rombongan putra Yaqub, kecuali Bunyamin karena masih terlalu kecil. Mereka menuju ke tempat sesuai dengan rencana mereka kemarin.
Setibanya di tempat tersebut, mereka bermain kejar-kejaran. Pada saat bermain,
mereka sedikit demi sedikit melepaskan baju Yusuf. Yusuf tidak menyadari apa maksud saudara-saudaranya tersebut.

Yusuf hanya mengikutinya saja. Mereka berkejar-kejaran hingga sampai di dekat sebuah
sumur. Tempat tersebut ada di hutan yang biasa dilalui oleh para musafir. Dengan cepat, mereka
mengangkat Yusuf dan hendak melemparkannya ke dalam sumur. Yusuf meronta dan berusaha
melepaskan diri. Akan tetapi, cengkeraman saudara-
saudaranya lebih kuat. Akhirnya, perlawanan Yusuf sia-sia saja.


Mereka berhasil melemparkan Yusuf ke dalam sumur tersebut. Sore harinya, mereka datang kepada ayahmereka sambil menangis. Mereka berkata,
“Ayah, sesungguhnya kami pergi berlomba – lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.”

Mereka datang membawa baju Yusuf yang berlumuran dengan darah palsu. Dengan
sedih Yaqub berkata, “Sebenarnya hanya
dirimu sendirilah yang memandang baik
perbuatan yang buruk itu; maka hanya bersabar itulah yang terbaik bagiku. Dan hanya kepada Allah memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.”

Sementara itu di sumur, tempat Yusuf dibuang.
Datanglah kelompok orang-orang musafir. Seorang di antaranya mengambil air. la menurunkan timbanya lalu berkata, “Oh, kabar gembira, ada seorang anak muda!”.
Lalu mereka menyelamatkan Yusuf dan menyembunyikannya sebagai barang dagangan.
Mereka sepakat untuk menjual
anak temuan itu kepada salah seorang menteri di negeri Mesir yang bernama Qitfir Al Aziz.

Karena Yusuf adalah anak temuan, para musafir yang menemukannya takut orang tuanya akan mengambilnya. Oleh karena itu, mereka cepat-cepat menjualnya dengan harga yang murah.
Qitfir membeli Yusuf untuk membantu istrinya, Zulaikha, dalam mengurus kebutuhan rumah tangganya.

Qitfir berkata kepada istrinya, “Wahai istriku, berikanlah dia tempat yang baik, mungkin dia akan sangat bermanfaat bagi kita, atau jika
engkau menginginkannya, kita bisa mengangkatnya sebagai anak.”

Sejak itu, Yusuf tinggal di rumah Qitfir dan istrinya yang bernama Zulaikha. Yusuf bekerja dengan baik dan jujur. Oleh karena itu, ia diperlakukan sangat baik oleh Qitfir dan Zulaekha. Bertahun-tahun Yusuf tinggal di rumah tersebut. Yusuf tumbuh dewasa. la menjadi pemuda gagah dan tampan. Allah pun memberikan ilmu yang cukup luas kepada Yusuf.

Demikian Kisah tentang Nabi Yusuf bagian pertama, untuk kelanjutan kisah ini akandi lanjutkan di Postingan Kisahbro selanjutnya.

terus baca tulisan lainnya ya 🙂