Kisah Nabi Yusuf Lengkap -Kisah Nabi Yusuf dan Zulekha.

Kisah Nabi Yusuf – Kali ini saya akan melanjutkan kisah tentang Nabi Yusuf As bagian ke 2. dalam bagian ini saya akan menceritakan tentang seorang Zulaekha yang takhluk oleh ketampanan Yusuf muda. Kisah

Cerita Nabi Yusuf bagian 2. Yusuf dan Zulaekha. Kisah

Yusuf Muda (sebelum di angkat menjadi Nabi oleh Allah SWT) merupakan pribadi yang sangat baik dan jujur. Ia sangat cekatan dalam bekerja. Hal tersebut membuat semua orang bersimpati terhadapnya, tak terkecuali Qiftir dan Zulaekha.
Memgenai Zulaekha, Awalnya dia hanya menaruh simpati kepada Yusuf karena kebaikan dan ketangkasan nya dalam bekerja. Ketika Yusuf semakin bertumbuh dewasa, rasa simpati itu berangsur-angsur berubah menjadi perasaan cinta.
Zulaikha terpikat serta merasa kagum oleh kepribadian dan ketampanan Yusuf.
Ketika Qiftir, suaminya pergi ke luar kota, Zulaikha memanggil Yusuf ke kamarnya. la menggoda Yusuf. Sambil menutup pintu, ia berkata, “Marilah ke sini.”
Namun, Yusuf menolak dan lebih memilih berlari ke luar kamar. Zulaikha menarik
baju Yusuf dari belakang.

Ketika Yusuf membuka pintu kamar, tiba-tiba muncul
Qitfir. Zulaikha merasa cemas dan ketakutan. Untuk membela dirinya agar tak dianggap bersalah, Zulaikha menuduh Yusuf telah berbuat hal yang tidak baik kepadanya. Yusuf sangat terkejut mendengar tuduhan tersebut. la berusaha menjelaskan kepada Qitfir bahwa dia tidak bersalah.

Zulaikha lah yang memaksanya. Akhirnya, terjadilah tuduh-menuduh di antara keduanya.
Mendengar pengakuan keduanya, Qitfir menjadi bingung. Oleh karena itu, ia
bertanya kepada saudara Zulaikha yang terkenal jujur dan bijak. Saudara Zulaikha
berkata, “Jika baju yang dikenakan Yusuf sobek di bagian depan, istrimu benar.
Namun, jika baju Yusuf sobek di bagian
belakang, Yusuf lah yang benar.”

Qitfir lalu menoleh ke arah Yusuf. la melihat baju Yusuf robek bagian belakang.
Itu membuktikan bahwa istrinya yang bohong. Hal ini
membuatnya sangat kecewa pada istrinya.

Peristiwa tersebut membuat Qitfir merasa khawatir jika banyak orang tahu hal
memalukan itu, Oleh sebab itulah, Qiftir berpesan kepada Yusuf. “Aku mohon kepadamu agar apa yang telah terjadi tidak engkau ceritakan kepada siapa pun.”
Kemudian, Qitfir berkata pula kepada Zulaikha “Dan engkau istriku, mohon ampunlah atas dosa yang telah engkau lakukan.” Walaupun berusaha untuk tutup-tutupi dan dirahasiakan, peristiwa itu tersebar juga.

Zulaikha menjadi bahan gunjingan di kalangan istri
pejabat dan petinggi Mesir. Hal ini tentu saja membuat perasaan Zulaikha resah dan sangat tidak tenang meskipun la memang bersalah.
Zulaikha kemudian mengundang wanita-wanita yang menggunjingkannya. la
menyediakan tempat duduk bagi mereka.

Zulaikha memberikan sebuah pisau untuk memotong jamuan buah-buahan kepada
setiap wanita yang datang.
Ketika para tamu sedang memotong buah,
Zulaikha memanggil Yusuf, “Keluarlah, tampakkanlah dirimu kepada mereka.”
Wanita-wanita itu melihat Yusuf. Mereka kagum kepada ketampanan Yusuf. Tanpa
mereka sadari. wanita-wanita itu melukai jari tangannya lalu berkata “Maha
sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya, ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.”
Zulaikha berkata, “Itulah orang yang kamu cela karena aku tertarik kepadanya.

Sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya kepadaku, tetapi dia menolak. Sesungguhnya, jika dia
tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan
dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina.”
Peristiwa yang dialami Yusuf ternyata sangat mengkhawatirkan dirinya. Yusuf merasa takut dengan sikap yang diperlihatkan Zulaikha serta wanita-wanita yang ada di sekitarnya. Sikap yang selalu menunjukan dan menonjolkan ketertarikan terhadapnya.
Dalam doanya
Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan
mereka kepadaku. Jika tidak Engkau hindarkan segala tipu daya mereka atas diriku, aku takut aku tidak mampu menghindari ajakan mereka sehingga aku termasuk orang-orang yang merugi.”
Doa Yusuf dikabulkan Allah.

Setelah peristiwa memalukan itu, hati Qitfir menjadi tidak tenang. la menyadari bahwa istrinya bersalah.
Akan tetapi, untuk menjaga nama baiknya, ia berniat memisahkan Yusuf dengan Zulaikha dengan cara memenjarakan Yusuf. Qitfir menyusun rencana agar Yusuf di adili dan diputuskan bersalah oleh pangadilan. Akhirnya, Yusuf pun dimasuk kan dalam penjara.

Yusuf berusaha sabar dan tawakal menghadapi ujian ini. Karena sadar bahwa ujian ini dari Allah SWT. la berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan dan ketabahan. Di sisi lain. Yusuf bersyukur masuk penjara karena ia jauh dari godaan Zulaikha. la dapat hidup tenang.

sekian cerita tentang Nabi Yusuf bagian ke 2 – Yusuf dan Zulaikha. untuk bagian ke 3 akan saya post setelah ini, tetap baca Kisahbro yak 🙂