Kisah Bilal Bin Rabah - Muadzin Pertama Yang Terdengar Langkahnya Di Surga.

Bilal bin Rabah adalah orang berkulit hitam dari Habsyah yang masuk Islam saat masih menjadi budak. Mendengar kabar bahwa Bilal diperbudak, Majikan nya menyiksa Bilal dengan sangat kejam. Leher Bilal dijerat dengan tali, lalu dihadapkan wajahnya ke panasnya matahari, tak hanya itu dadanya juga di tinduh dengan batu besar hingga dadanya sesak dan sulit untuk bernafas.

baca juga : Kisah Nabi Yusuf dan Mukjizatnya.

Kala itu, Bilal diperbudak oleh seorang majikan bernama Umayyah.
Umayyah menyiksa dan memaksa Bilal agar tak memeluk agama Islam, memaksa Bilal agar menyembah Latta dan Uzza (berhala).


Lalu Abu Bakar As siddiq yang melihat kejadian tersebut merasa iba dan langsung membeli Bilal dari majikannya itu. Abu Bakar As Siddiq membeli bukan untuk diperbudak lagi, melainkan untuk dibawa ke rumahnya dan di obati serta memeperlakukannya dengan manusiawi. Masa perbudakan Bilal pun selesai setelah di merdeka kan oleh Abu Bakar As Siddiq.

Setelah merdeka, Bilal selalu setia mendampingi Rasullulah kemanapun Baginda Rasul pergi, termasuk saat hijrah ke Madinah. Bilal senantiasa menemani dan menjaga sang Rasul.

baca juga: Kisah Nabi Yusuf Lengkap -Kisah Nabi Yusuf dan Zulekha.

Bilal menjadi orang pertama yang melantunkan Adzan. Ya, Bilal merupakan muadzin pertama dalam Islam. Itulah sebabnya hingga saat ini masih ada orang yang memanggil muadzin sebagai bilal, karena sejarahnya orang pertama yang adzan bernama Bilal.

Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah SAW bersabda, “Iya, orang itu adalah Bilal, pemuka para muadzin dan tidaklah
mengikutinya kecuali para muadzin. Para muadzin adalah orang-orang yang panjang lehernya di hari kiamat.”

Bilal dipilih menjadi muadzin pertama karena Bilal memiliki suara yang indah dan keras sehingga dapat menjangkau jarak yang jauh. Saat itu, Bilal pun menjadi muadzin pertama yang mengumandangkan adzan di kota Madinah.

Tak hanya menjadi muadzin pertama, Bilal pun mempunyai kedudukan yang istimewa di sisi Rasulullah SAW. Bilal sudah dipastikan masuk surga oleh Rasullulah.

Dikisahkan pada satu malam saat Rasullulah SAW berada di surga tengah melakukan Mi’raj, beliau mendengar Langkah kaki dan suara sendal dari Bilal bin Rabah.

Dipagi hari selepas shalat subuh berjamaah Rasulullah SAW memanggil Bilal dan bertanya, “Katakanlah kepadaku, apa amalanmu yang paling besar pahalanya yang kamu kerjakan dalam Islam? Karena sesungguhnya aku
mendengar hentakkan sandalmu di surga.” Kemudian Bilal pun menjawab, “Setiap aku berwudhu, kapanpun itu,
baik siang maupun malam, aku selalu melakukan salat dengan wudhu tersebut.”

Ternyata, Bilal bin Rabah merupakan orang yang selalu menjaga wudhu dalam setiap aktifitasnya sehari-hari. Ketika wudhunya batal, Bilal pun akan
kembali berwudhu lagi lalu melakukan salat dua rakaat setelah wudhu. Amalan tersebutlah yang membuat Bilal begitu istimewa hingga suara sandalnya pun terdengar oleh Rasullulah SAW hingga ke surga.


dari Abu Hurairah RA,
beliau RA mengatakan, “Rasulullah SAW bersabda kepada Bilal setelah menunaikan salat subuh, ‘Wahai Bilal, beritahukanlah kepadaku tentang perbuatan-perbuatanmu yang paling engkau harapkan manfaatnya dalam Islam. Karena sesungguhnya tadi malam aku mendengar suara terompahmu di depanku di surga.’ Bilal RA menjawab, ‘Tidak ada satu perbuatan pun yang
pernah aku lakukan, yang lebih
kuharapkan manfaatnya dalam Islam dibandingkan dengan (harapanku terhadap) perbuatanku yang senantiasa
melakukan salat (sunah) yang mampu aku lakukan setiap selesai bersuci (wudhu) dengan sempurna di waktu siang ataupun malam.” (HR. Muslim)

Bilal menjadi hamba yang sangat taat hingga ajalnya menjemput. Bilal wafat pada umur 60 tahun di Damaskus pada tahun 20 Hijriyah.

Dari kisah hidup Bilal bin Rabah bisa di ambil manfaat yang sangat baik untuk ditiru, yaitu tentang menjaga kesucian (wudhu). Sebab dari kesucian ini pula langkah kaki Bilal terdengar hingga ke surga.